MK
Sosiologi Umum (KPM 130) Hari,tanggal : Senin,22 September 2014
Praktikum
ke-3
Asisten
: 1.Nurul Amri K
(G24120034)
2.Iin Nurbaetun
(A24120098)
Interaksi dan Struktur
Sosial
Struktur
Interaksi Kelompok Elit Dalam
Pembangunan
Penelitian
di Tiga Desa Santri
(Sunyoto
Usman)
Tolong Bantu Pertanian Kami
(Muhammad Syaifullah)
Oleh
: Suwardi Sitompul (F44140001)
Ikhtisar 1
Dalam
sosiologi, elit biasanya didefinisikan sebagai anggota suatu kelompok kecil
dalam masyarakat yang tergolong disegani, dihormati, kaya serta berkuasa.
Mereka adalah kelompok minoritas superior yang posisinya berada pada puncak
strata, memiliki kemampuan mengendalikan aktivitas perekonomian dan sangat
dominan mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Itulah sebabnya mudah
dimengerti apabila dalam banyak hal kelompok ini tidak hanya ditempatkan
sebagai pemberi legitimasi, tetapi lebih daripada itu mereka adalah panutan
sikap dan acuan tindakan, serta senantiasa diharapkan dapat berbuat nyata bagi
kepentingan bersama. Sedangkan kelompok mayoritas yang dikuasai dan didominasi
oleh elit disebut massa.Telah diperhatikan dalam studi-studi bahwa kelompok
elit sangat potensial sebagai agen perubahan, terutama dalam fungsinya menjadi
jembatan yang menghubungkan antara kemauan pemerintah dan kepentingan anggota
masyarakat.
Dalam kegiatan yang berkaitan dengan implementasi
pembangunan pedesaan, hampir semua anggota kelompok elit saling berinteraksi
membentuk suatu jaringan sosiometris. Hampir setiap elit mempunyai jalur
koneksi dengan elit lain meskipun panjangnya berbeda-beda. Kemudian,
ditunjukkan bahwa lebih separuh responden mempunyai nilai jalur koneksi sekitar
sepertiga dari total kemungkinan nilai jalur yang dapat diciptakan. Tetapi
sebagian besar dari mereka ternyata adalah kelompok elit pamong desa. Begitu
juga dalam menjalin interaksi, kelompok elit pemuka agama selalu kurang derajat
integrasinya dan peranannya. Derajat integrasi elit pada jaringan interaksinya
juga cukup bervariasi, yang dimana semakin tinggi derajat integrasi elit maka
semakin banyak jumlah hubungan tidak langsung yang dimiliki oleh seorang elit.
Hal ini dikarenakan, dalam proyek Supra-Insus misalnya,
dominasi pemerintah pusat antara lain terefleksi pada tiga kebijaksanaan:
program paket padi, kebijaksanaan harga beras dan pembentukan KUD. Dalam
program paket padi antara lain ditetapkan bahwa jenis bibit yang ditanam, pupuk
yang dipakai dan obat-obatan yang dipergunakan harus berdasarkan petunjuk
pemerintah. Petunjuk tersebut disampaikan melalui PPL bekerja sama dengan para
ketua Kelompok Tani Supra-Insus, setelah memperoleh lampu hijau dari Kepala Desa.
Begitu juga peminjaman biaya tanam untuk petani yang disalurkan melalui BRI
juga atas rekomendasi Kepala Desa. Kemudian KUD, meskipun dalam namanya melekat
suku kata “desa” tetapi letaknya di kecamatan. Karena itu untuk dapat
berhubungan dengan penjualan hasil produksi, pengurus KUD harus berkonsultasi
atau melewati pamong desa. Begitu juga yang terjadi pada implementasi proyek
TRI.
Ikhtisar
2
Pertemuan
antara beberapa jagawana yang dipimpin Ade Suharso, Kepala Seksi Konsevasi TN
Kutai Wilayah Tanjung Limau dengan beberapa tokoh masyarakat di Kodolo
pertengahan September yang sangat menyejukkan. Tak ada saling bermusuhan,
bahkan ketika dibuka dialog mereka pun dengan lancar mengungkapkan apa-apa yang
mereka alami. Kepala Dusun Kandolo, Manap, mengungkapkan, “kami tahu tugas
Bapak-Bapak menjaga hutan ini. Tetapi, kami sendiri terpaksa membuka hutan
untuk mempertahankan hidup. Umumnya masyarakat disini, bukan mencari kayu untuk
dijual tetapi untuk buat kayu arang. Satu karung harganya Rp.5.000,-.” Hal senada
juga diungkapkan Andi Mappotolo, tokoh masyarakat Kandolo. Usai pertemuan itu,
Ade Suharso kepada kompas mengatakan, untuk dusun-dusun tertentu yang masyarakatnya
sulit ditemui. Sebaliknya, para petugas jagawana justru tidak berani
berlama-lama di daerah itu karena dimusuhi.
Sebagai
contoh, para petugas jagawana yang dipimpinnya saat mendatangi Kepala Desa
Sangkimah, pada awal September lalu, untuk meluruskan persoalan temuan kayu
oleh petugas jagawana justru dihadang puluhan massa, bahkan diancam kendaraan
mobil mereka akan dibakar. Namun, menurut Ade Suharso, ketegangan yang tejadi
antara petugas di lapangan dengan warga masyarakat karena putusnya komunikasi
kedua belah pihak. Asumsi itu ternyata salah dan malah sebaliknya, sekarang
yang sulit dikendalikan justru masyarakat di dalam kawasan, bahkan orang luar
pun sudah banyak yang masuk. “Saya baru datang di sini seminggu. Saya
mendapatkan surat pembagian lahan yang dibagi-bagi Kepala Desa Teluk Pandan
untuk areal seluas satu hektar,”kata Bahrudin, warga asal Bontang.
Maraknya
aksi pengambilan lahan ini bersamaan dengan adanya proyek pengaspalan jalan
Bontang-Sangatta dan pemasangan tiang listrik yang menghubungkan kedua daerah
tersebut. Sasaran kelompok masyarakat ini adalah untuk mendapat ganti rugi dan
ada juga beberapa kelompok masyarakat pendatang yang memang ingin membeli lahan
di kawasan itu. Menurut Tonny, Kepala Balai TN Kutai, warga setempat dengan orang
luar sudah ada saling kerjasama dalam pembagian lahan TN Kutai. Beban terberat
yang diterima TN Kutai sejak awal, yakni tidak adanya sinkronisasi kebijakan
soal hutan ini antara pemerintah pusat, Pemda Kaltim, dan Pemda Kutai.
Kebijakan penetapan tiga desa definitif, yakni Teluk Pandan, Sangkimah, dan
Sangatta Selatan tidak disesuaikan dengan kebijakan pengelolaan TN Kutai.
Akibatnya, sampai kini tidak ada batas yang jelas wilayah-wilayah desa mereka
dan kawasan TN Kutai sendiri. Keadaan ini membuat hubungan antara jagawana
dengan warga menjadi ada jarak, bahkan tidak jarang saling terjadi berbenturan
kepentingan.
Analisis
1
|
Bentuk Interaksi Sosial
|
Teori
|
Antar Perorangan
|
Antar Perorangan dan Kelompok
|
Antar Kelompok
|
|
Kerjasama
|
Kerjasama adalah suatu
usah bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan.
|
-
|
-Kepala
Desa merekomendasikan peminjaman biaya tanam untuk petani yang disalurkan
melalui BRI.
|
-PPL
bekerjasama dengan para ketua Kelompok Tani Supra-Insus.
-Anggota masyarakat ketiga desa tersebut
memiliki daya dukung yang kuat terhadap ketahanan organisasi sosial politik
Islam yaitu NU.
-Banyak sekali jumlah anggota masyarakat
ketiga desa tersebut yang menjadi pengikut thoriqot Qodriyah-Naqsabandiyah.
-KUD harus berkonsultasi/melewati pamong desa
untuk dapat berhubungan dengan penjualan hasil produksi.
|
|
Akomodasi
|
Akomodasi adalah suatu keadaan keseimbangan atau
usaha-usaha mengakhiri pertikaian secara permanen atau sementara di antara
pihak-pihak yang berkonflik,paling sedikit dalam hal-hal yang disepakati.
|
-Dalam tradisi Thoriqot antara lain terdapat
semacam keharusan seseorang(murid) untuk taat(tawadhu) kepada guru.
|
-
|
-
|
|
Asimilasi
|
Asimilasi adalah proses ke arah
peleburan kebudayaan sehingga masing-masing pihak merasakan adanya kebudayaan
tunggal sebagai milik bersama.
|
-
|
-
|
-
|
|
Persaingan
|
Persaingan adalah perjuangan yang
dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu agar memperoleh kemenangan
atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik.
|
-
|
-
|
-Kelompok
elit pamong desa lebih banyak menjalin interaksi dibandingkan dengan kelompok
elit petani kaya dan pemuka agama dalam implementasi proyek pembangunan
pedesaan.
|
|
Kontravensi
|
Kontravensi adalah bentuk proses
sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik.
|
-
|
-
|
-
|
|
Konflik
|
Konflik adalah proses sosial antarperorangan atau
kelompok masyarakat tertentu akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan
yang sangat mendasar sehingga menimbulkan adanya semacam jurang pemisah
diantara mereka.
|
-
|
-
|
-
|
|
Bentuk Interaksi Sosial
|
Teori
|
Antar Perorangan
|
Antar Perorangan dan Kelompok
|
Antar Kelompok
|
|
Kerjasama
|
Kerjasama adalah suatu
usah bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan.
|
-
|
-
|
-Warga
setempat dengan orang luar sudah ada saling kerjasama dalam pembagian lahan
TN Kutai.
-Beberapa oknum Kepala Desa serta Babinsa bekerjasama ikut
membagi-bagi lahan di daerah tersebut.
|
|
Akomodasi
|
Akomodasi adalah suatu keadaan keseimbangan atau
usaha-usaha mengakhiri pertikaian secara permanen atau sementara di antara
pihak-pihak yang berkonflik,paling sedikit dalam hal-hal yang disepakati.
|
-
|
-
|
-Tepatnya
kompromi, pertemuan antara beberapa jagawana dengan beberapa tokoh masyarakat
Kondolo tak ada kesan saling bermusuhan. Bahkan ketika dibuka dialog mereka
pun dengan lancer mengungkapkan apa-apa yang mereka alami.
|
|
Asimilasi
|
Asimilasi adalah proses ke arah
peleburan kebudayaan sehingga masing-masing pihak merasakan adanya kebudayaan
tunggal sebagai milik bersama.
|
-
|
-
|
-
|
|
Persaingan
|
Persaingan adalah perjuangan yang
dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu agar memperoleh kemenangan
atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik.
|
-Karena
di Sangatta dan Bontang banyak perusahaan sehingga menjadi magnet untuk pencari
kerja berlomba-lomba berdatangan dan mendorong antar orang menguasai lahan di
kawasan TN Kutai.
|
-
|
-
|
|
Kontravensi
|
Kontravensi adalah bentuk proses
sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik.
|
-
|
-
|
-Tidak
adanya sinkronisasi kebijakan soal hutan ini antara pemerintah pusat, Pemda
Kaltim, dan Pemda Kutai.
|
|
Konflik
|
Konflik adalah proses sosial antarperorangan atau
kelompok masyarakat tertentu akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan
yang sangat mendasar sehingga menimbulkan adanya semacam jurang pemisah
diantara mereka.
|
-
|
-
|
-Para
petugas jagawana mendatangi Kepala Desa Sangkimah dihadanh puluhan massa,
bahkan diancam mobil mereka akan dibakar.
-Kalangan
pelajar, pramuka, pejabat, dan aparat keamanan yang dipimpin Kepalai Balai TN
Kutai Tonny Suhartono juga dihadang masyarakat Teluk Pandan ketika akan
melakukan penghijauan.
|